Menyusuri Gua Di Kawasan Hutan Kebumen

Siapa yang pernah menyusuri gua di Indonesia? Pasti kebanyakan orang sudah takut terlebih dahulu dengan kesan gelap dan angker. Namun berbeda dengan gua di kawasan hutan Kebumen, tepatnya di Karangduwur, Kecamatan Ayah. Saya pun tadinya memiliki ketakutan, maklum saja badan saya ini tidak sekecil dan ramping model runway atau catwalk. Selain itu, medan licin dan berbatu tajam juga menjadi kesulitan tersendiri menyusuri gua. Ternyata semuanya berubah ketika saya menyusuri salah satu gua di Karangduwur ini. 

Sebelum tiba di Kebumen, saya memiliki pemikiran bahwa Kebumen adalah daerah dekat pantai yang tidak memiliki hutan ataupun gua. Dan, mata saya pun terbelalak mendengar teman saya, Fitri dengan semangatnya bercerita bahwa petualangan akan segera dimulai. Iya, petualangan ke alam yang hijau dan jauh dari hiruk pikuk ibukota. 

Perjalanan dari Jakarta menuju Kebumen itu menempuh 6 jam menggunakan kereta. Dan, saya pun tak sabar memenantikan petualangan baru yang saya nantikan selama ini. Bukan rahasia lagi kalau cara terbaik untuk melepas stress adalah dengan jalan-jalan dan berpetualang, apalagi kali ini saya akan ke beberapa desa yang sangat cantik. 

“Nanti kita ke gua.”

Fitri sedikit bercerita bahwa nantinya akan ada sesi menyusuri gua di Karangduwur. 

Imajinasi saya memang sangat liar, saya sudah membayangkan kalau nantinya akan basah-basahan oleh aliran air yang berada di gua. Lalu, saya pun bisa berteriak dengan leluasan dan melepas kejenuhan yang sedang melanda di Jakarta. Saya menyebutnya pelarian sesaat dari rutinitas ibukota. 

Dan, akhirnya saya sampai di stasiun Kroya. Saya akan dijemput oleh Harsya, teman Fitri sekaligus fotografer yang akan berada dirombongan nanti. Untuk menuju ke Kebumen, bisa turun di stasiun Kroya dan dilanjutkan menggunakan mobil sekitar 1 jam. 

Dan, akhirnya saya tiba juga di Karangduwur, tempat petualangan yang akan membawa saya ke dalam dunia baru. Rasanya seperti kembali ke kampung halaman karena banyak sekali tanaman hijau, sawah dan pemandangan gunung yang menambah cantiknya Kebumen. 

Karangduwur ini termasuk unik dan berbatasan langsung dengan samudera Hindia dan Australia. Selain memiliki gua-gua yang sangat indah, Kebumen juga memiliki hutan mangrove, gua vertikal dan gua mengalirkan airnya langsung ke laut. Kawasan kebumen ini masuk dalam perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan. 

Gua yang akan dikunjungi adalah Surupan Lor. Gua ini adalah salah satu dari ratusan gua di Kawasan Karst Gombong Selatan. Gua ini sangat terkenal diantara pecinta alam dan peneliti lokal maupun luar negeri karena memiliki stalakmit dan stalaktit yang sangat indah. Tak hanya itu, ornamen yang terbentuk di bebatuan dinding gua pun sangat indah. 

Tak hanya dinding yang menarik, hewan didalamnya seperti kelelawar, srewiti, lawet, udang, pelus, dan kura-kura endemik bisa ditemui di dalamnya. Gua Surupan Lor juga memiliki sungai bawah tanah yang cukup deras airnya. Sungai ini mengalir dari Bukit Gadung dan melewati perkampungan di sekitarnya. 

Benar kata orang, kalau Indonesia itu benar-benar indah. Bukan hanya terucap dibibir saja, namun saya membuktikan langsung melalui Gua Surupan Lor ini. Dengan melihat keindahannya secara langsung, maka saya pun jatuh cinta, seperti ketika mencari kekasih, jika dia indah, pasti akan jatuh hati. Dengan jatuh hati, maka tak rela kekasih untuk diganggu orang lain, pun demikian dengan gua dan hutan, pastinya akan dijaga agar tetap indah dan lestari.

Tepat dengan Hari Hutan Indonesia di bulan Agustus ini, saya pun makin mencintai hutan dan segala isinya dan berusaha untuk terus menjaga dan melestarikan sesuai dengan profesi dan passion masing-masing. Seperti saya seorang blogger, maka saya menyebarluaskan tulisan ini kepada setiap orang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *