Jalan-Jalan Ke Museum Seni Unik NuArt Sculpture Park Bandung

Bandung menjelma menjadi weekend destination bagi sebagian warga Jakarta, alasannya simple saja karena dekat, banyak tempat wisata dan melepas penat selama beberapa hari berkutat dengan komputer, pekerjaan dan urusan yang tak kunjung selesai. Bandung the simple way to escape from the daily routine kalau diibaratkan dalam bahasa Inggris. 

Banyak tempat wisata unik baru muncul belakangan ini di Bandung seperti Floating Market, Farm House atau Rumah Hobit, De Ranch dan lainnya. Namun pernah dengan bahwa bandung juga memiliki museum seni yang dibangun dan dikelola langsung oleh seniman yang membuat kompleks Garuda Wisnu Kencana di Bali? Pasti saya jamin hanya sedikit orang saja yang mengetahui bahwa Bandung memiliki Museum Seni bernama “Nu Art Sculpture Park”. Seniman yang membangun tersebut tak lain dan tak bukan Pak Nyoman Nuarta
Setelah beberapa kali mengunjungi Bandung dengan destinasi yang familiar, kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang baru dan tak biasa. Bukannya tidak tertarik dengan destinasi lain, namun sangat jarang wisata seni yang menarik perhatian saya. Apalagi saya jarang jalan-jalan ke museum saat di luar Jakarta, namun keinginan itu muncul setelah tahu bahwa seniman di balik GWK yang mengelola tempat ini.

Salah Satu Museum Seni Unik di Bandung

Wajah kantuk berubah menjadi segar ketika saya sampai di pintu gerbang Museum. Saya melemparkan pandangan ke sebuah patung. Seorang ank kecil di atas ombak yang mengulung seorang wanita, angka, ikan dan pohon menjadi bentuk setengah lingkaran. Rasa takjub muncul setelah memasuki ruang-ruang lain di dalam museum. Banyak sekali karya Pak Nyoman yang ditampilkan dalam museum yang memiliki luas sekitar 3 hektar. Tak hanya musuem saja, namun terdapat cafe, butik karya seni, workshop, event seni dan segera di bangun sebuah apartemen atau cottage di area ini. Wow, akan ada apa? Cottage, langsung masukin kedalam wishlist dan semoga bisa menikmati suasana Bandung dari sini. Amin.
Saya dan teman-teman disambut oleh guide persis di pintu masuk. Dengan mengenakan pakaian hitam rapi, dia menjelaskan apa saja isi dalam museum dan tata tertib yang harus dilakukan pada saat mengelilingi museum ini. Peraturannya sederhana saja, boleh memotret namun tidak boleh pakai flash dan menjaga semua benda seni tanpa boleh menyentuhnya. Nah, sederhana bukan?
Kamera seakan tak peranh lepas dari tangan. Begitu banyak benda-benda seni yang unik dan mengharuskan saya selalu stand by bahkan jari jemari tak lelah untuk menekan tombol dalam kamera. Saya membidik seorang dengan sepeda dengan kecepatan tinggi. Layaknya seorang yang mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi membuat bayangan muncul dibelakangnya nampak seperti banyak orang membonceng dibelakang. Unik menurut saya, suatu adegan biasa namun diubah dalam bentuk seni yang mampu menarik orang untuk terus penasaran dengan makna yang ada di baliknya. What a good art.

Gedung yang berada paling depan adalah galeri dengan beberapa lantai yang difungsikan sebagai tempat menyimpan karya, tempat event, ruang audio visual dan akan ditambahakan beberapa fasilitas lainnya.

Selain di gedung galeri depan, terdapat area display di taman tengah. Taman tengah yang sejuk di tumbuhi pohon rindang dikhususkan bagi benda seni yang sangat besar seperti di area depan. Selain taman tengah, di area paling belakang terdapat butik seni dan workshop. Dan ternyata di area belakanglah, tempat pembuatan beberapa patung legendaris salah satunya Garuda Wisnu Kencana, Bali.
Sosok Pak Nyoman Nuarta Di Balik Garuda Wisnu Kencana

Siapa sangka saya dapat bertemu langsung dengan kreator Patung Legendaris di Bali, Garuda Wisnu Kencana. Pak Nyoman Nuarta, seniman dengan dedikasi tinggi adalah sosok dibalik NuArt Sculpture Park Bandung. Beliau membangun museum atau galeri ini dari uang pribadi. Saya sedikit haru mendengar kisah beliau.

“Seniman masih dipandang sebelah mata”.

Beliau sedikit berbinar-binar menceritakan kisah kelam masa lalu yang penuh perjuangan. Bahkan, sampai saat ini beliau masih berjuang untuk mematahkan anggapan bahwa seniman itu tidak bisa memiliki penghidupan yang layak.

Beliau membangun dari beberapa tahun mulai dari sejengkal kemudian berubah menjadi beberapa hektar dan telah mempekerjakan sedikitnya ratusan orang. Dan yang paling fantastis, sampai saat ini museum ini belum memberlakukan tiket masuk. Tapi, untuk kemajuan seniman di Bandung ini, selayaknya memunggut sedikit uang masuk sebagai pertanda komitmen pengunjung agar tetap cinta seni dan merasa memiliki.

Workshop Membuat Patung Dari Tanah Liat

Selain menikmati galeri, terdapat workshop membuat patu dari tanah liat yang diperuntukan bagi warga Bandung dan sekitarnya. Oh iya, sebelum membuat patung, salah seorang ahli membuat patung mencontohkan bagaimana membuatnya. Hanya dalam waktu kurang dari 1 menit, beliau sudah membuat sebuah “tangan”. Kelihatannya sangat mudah dan cepat. Saya sudah optimis bisa membuat patung tangan, namun ternyata bukan tangan yang harus dibuat melainkan patung ikan paus yang berada di tengah area museum ini.

Dari gambar tersebut, nampak Ikan Paus yang setengah tengelam dalam tanah dan terpisah dengan ekornya. Inilah gambar yang harus di buat oleh semua peserta workshop. Riwayat membuat kerajinan tangan dan seni yang selalu gagal membuat saya sedikit pesimis kalau yang dibuat serumit ini. Apalagi detail-detailnya seperti sirip, guratan dan bentol-bentol kecil di sekitar mulut ikan paus.

Tak menyerah, saya mencoba membuatnya dengan imajinasi yang saya miliki. Berhubung badan saya memang agak besar, saya mengunakan satu gumpalan besar tanah liat untuk membuat bagian badan ikan paus. Imajinasikan bahwa ikan pausnya memiliki sirip dan mata kemudian perlahan-lahan membuat guratan namun saya lupa menambahkan bentolan-bentolan tersebut. Nah, kini tiba membuat bagian ekor. Bagian ini tidak terlalu sulit namun tentu saja harus sangat detail apalagi terdapat guratan-guratan yang hampir sama dengan bagian badan tadi.

Dengan susah payah akhirnya selesai juga, walaupun hasilnya tidak menyerupai tapi setidaknya proporsi antara badan dan ekor ikan paus sudah mendekati proporsi aslinya. Dan, taraaa ternyata hasil kerja keras ini membuahkan hasil. Saya berhasil menjadi yang terbaik dalam membuat patung ini. Wow mimpi apa ya semalam bisa memecahkan rekor menjadi yang terbaik dalam bidang seni patung ini. Ah, masih tidak percaya.

Keriaan membuat patung ini bisa menjadi hiburan tersendiri. Apalagi jalan-jalan bersama teman-teman yang berasal dari Bandung, Jakarta dan daerah lain. Oh iya, tanpa adanya trip orginize @GoVakansi , mungkin saya tidak akan mengenal salah satu museum unik di Bandung ini.

Setelah perjalanan panjang dari Jakarta dan mengunjungi museum ini, kini saatnya beristirahat di  Hotel ZenRooms Diaptiukur Bandung. Yeaay, see ya.

Informasi Tentang Nu Arta Sculpture Park

Alamat

Jalan Sentra Duta Raya No. L6
Bandung, Indonesia 4015

Website 

http://nuartsculpturepark.com/
http://www.nuarta.com/

Telepon 

+62 22 2017812
+62 22 2017816

Social Media 

Facebook : https://www.facebook.com/nuart.sculpturepark
Twitter : https://twitter.com/nuartpark
Instagram : https://www.instagram.com/nuartpark/

Jam Buka 

Minggu – Kamis 09.00 – 17.00 WIB
Jumat dan Sabtu 09.00 – 21.00 WIB

Maps

20 thoughts on “Jalan-Jalan Ke Museum Seni Unik NuArt Sculpture Park Bandung”

  1. Salah satu destinasi wisata bandung yang sangat ingin kukunjungi ya Nu Art Sculpture Park ini, kalo lihat di instagram teman-teman kayaknya adem gitu tempatnya.

    Daaan ternyata, cerita perjuangan Pak Nyoman Nuarta luar biasa yah. Memang kalo pekerjaan kita diniatkan untuk kebaikan banyak orang, ada saja ya jalan yang dikasih 🙂

  2. Traveling ke museum pasti seru banget. Untuk yang suka seni pasti ke museum seni sangat cocok, tapi kalo saya lebih suka yang bersifat alam, terutama yang hijau hijau hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *