Mau Liburan Murah Ke Labuan Bajo Setelah Pandemi? Yuk Menginap Di RedDoorz

Inilah tempat salah satu hewan purba tersohor di Dunia, Komodo yaitu Labuan Bajo. Banyak sekali orang yang ingin mengunjungi tempat wisata di Nusa Tenggara Timur. Percayalah, tidak ada penyesalan ketika datang ke sana setelah pandemi. Tapi gimana dong dengan kondisi keuangan yang menipis ini, tapi tetap pengen jalan ke Labuan Bajo? Tenang saja, saya punya banyak tips untuk kamu yang pengen liburan murah tapi tetap ngga menghilangkan kenyamanan dan keseruan kalian kok, salah satu tipsnya dengan menginap di RedDoorz

What is your destiny? What is your purpose of your life? What is your big dreams? Kadang saya terbangun di tengah malam dengan 3 pertanyaan ini. Sepertinya terus menghantui, namun dengan senyum dan semangat saya melanjutkan tidur kembali. Kalau ditanya impian terbesar saya apa? Saya ingin sekali menaklukan puncak-puncak tertinggi di Indonesia. Memang impian ini terasa muluk kalau harus sampai ke Puncak Jaya Wijaya. Yang terpikir adalah menaklukan puncak-puncak tertinggi seperti Anak Gunung Krakatau, Lampung, yang sudah daya taklukan. Dan, ternyata perjalanan Komodo kali ini pun menguji seberapa besar kemauan saya ini. 

Saya harus flashblack sedikit pada tahun 2017 akhir saat pertama kali menginjakan kaki di Bandara Komodo. Sebelum sampai di Labuan Bajo, kota pelabuhan gerbang menuju Kepulauan Komodo, saya sempat mengalami kondisi keuangan yang kurang. Dua hari sebelum keberangkatan, saya belum membeli tiket sama sekali. Beruntung Rani dengan baik hatinya mau membelikan tiket terlebih dahulu. Tiket ke Labuan Bajo memang lumayan menguras pundi-pundi karena harus mengeluarkan uang setidaknya 2-3 Juta untuk perjalanan pulang pergi, namun jika beruntung dan memesan jauh-jauh hari bisa dikisaran harga dibawah 2 juta PP. So, it is your choice.

Liburan Menarik Di Labuan Bajo, Komodo

LOB, Aku Jatuh Cinta

Live on Board (LOB) is one my precious moment in my life. Apalagi dimulai dari Labuan Bajo dilanjutkan dengan mengelilingi Kepulauan Komodo seperti Pulau Kelor, Pulau Rinca, Pulau Padar, Pink Beach, Gili Lawa dan Pulau Kanawa.  The best experience in 2017. 

Setelah 3 Hari 2 Malam mengarungi laut lepas di kepulauan Komodo, pengalaman ini tak akan terukir jika tidak ada transportasi yang membawa kami, 7 orang penuh kegilaan ini, ke seluruh best spot di Komodo Sailing Trip ini. Banyak sekali yang menanyakan apa yang harus dilakukan sebelum melakukan trip ke kepulauan Komodo, dan jawaban saya persiapkan Sewa Kapal selama LOB beberapa hari. Why? Kenapa harus mempersiapkan sewa kapalnya? Karena makan, tidur, mandi, dan seluruh aktivitas akan dilakukan di atas kapal. So, that’s why saya menyarankan untuk mempersiapkan ini terlebih dahulu. Hal kedua adalah open trip, namun biasanya open trip ini bisa menyatu dengan sewa kapal.

Beruntung saya dan teman-teman bersama Be Borneo Tour dengan Kapal KM Karunia Ilahi mengarungi lautan selama beberapa hari dan saya menyatakan kepuasan lahir batin bersama tour ini. Biasanya di dalam kapal dalam waktu beberapa hari membuat saya home sick, namun tidak pernah terpikir sekalipun untuk kangen rumah atau masakan rumah, karena suasana dalam kapal memang sangat nyaman untuk bercengkrama satu sama lain bahkan untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman. 

Kenapa bisa akrab? Apa yang menyatukan kami dengan kru kapal? Salah satunya karena sinyal provider yang susah didapatkan sehingga dengan sendirinya kami akan membunuh waktu dengan melakukan aktivitas menyatu dengan teman dan alam. Selain aktivitas dalam kapal, banyak aktivitas lain yang menyenangkan seperti trekking, snorkeling, berburu komodo, berenang, mancing, selfie, bermain dengan unicorn dan masing banyak lainnya.

Menaklukan Puncak Tertinggi Kepulauan Komodo

Apa yang membuat saya jatuh cinta pada Trip kali ini? Banyak, terutama laut, ikan hias, pasir putih, bintang laut, komodo, makanannya, renang, snorkling dan yang paling berkesan adalah dapat menaklukan 4 puncak tertinggi di Trip ini. Pulau Gili Lawa, Pink Beach, Pulau Padar dan Pulau Kelor. 

Puncak Gili Lawa

Bagi saya yang lumayan gemuk ini, menaklukan puncak dengan ketinggian sekitar 800 meter itu tidak mudah. Setidaknya membutuhkan waktu cukup lama dibanding lainnya untuk mencapai puncak. Sejak menaklukan puncak Anak Gunung Krakatau, Lampung dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, saya jadi termotivasi untuk naik puncak lainnya. Meski tidak bisa disebut sebagai pendaki gunung profesional, namun motivasi ini saya terus tanam. Siapa tahu beberapa tahun kedepan, saya bisa naik Gunung Slamet di kampung halaman saya, Pemalang. 

Bang Sham, Nazirul, Mba Donna dan Alma telah sampai terlebih dahulu. Tinggal saya dan Rani yang berada beberapa meter di bawah. Nafas saya masih terengah-engah karena semakin tinggi permukaan tanah, semakin tipis kadar oksigennya. Itulah mengapa saya harus pandai mengatur nafas agar mampu mencapai puncak. 

Mba Donna terus menerus memanggil saya dan Rani. Naz pun demikian, dengan suara sedikit menantang kami berdua, tujuannya agar kami cepat sampai. Naz sudah sampai terlebih dahulu. Maklum dia adalah salah satu yang tersehat diantara kami bertujuh. Yes, setelah beberapa langkah akhirnya saya sampai di puncak. Seperti mendapat kejutan dari pacar pada waktu ulang tahun, seperti itulah perasaan saya setelah sampai puncak Gili Lawa. Nothing better than this places, so wonderful. I love this landscape.  

Puncak Pink Beach

Puncak kedua ini tidak seterjal atau setinggi yang lain. Namun, puncak ini adalah puncak terindah. Dari atas sinilah, pink beach dapat terlihat dengan sempurna. Sebelum melakukan snorkling di pantai, memang paling enak melakukan trekking menuju puncak yang tidak terlalu tinggi. Mungkin tingginya tidak sampai 500 meter karena hanya dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di puncaknya. 

Puncak mana yang tidak membuat saya berdecak kagum. Dua dari 4 puncak ini membuat saya menikmati setiap lukisan alam yang ada. Lalu lalang kapal yang menurut orang biasa saja, bagi saya adalah mahakarya yang sangat indah jika dilihat dari puncak ini. 

Puncak Pulau Padar

Sebetulnya matahari mulai tenggelam ketika kami melakukan trekking menuju puncak Padar. Namun, kami masih memiliki banyak waktu karena jarum jam menujukkan pukul 4 sore lebih. Kami bisa menikmati puncak sambil foto-foto dan menikmati senja di gugusan pulau Komodo. 

Dari bibir pantai, tangga menuju ke atas terlihat dengan jelas. Sebelum ada tangga ini, untuk mencapai puncak harus trekking dan mendaki. Kontur Padar memang tidak seterjal Gili Lawa, namun cukup tinggi sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama. Taksiran saya, tinggi puncak ini bisa mencapai lebih 1.000 meter di atas permukaan laut. 

Dengan berbekal semangat menaklukan puncak ketiga ini, saya terus menaiki tangga. Pada puluhan meter sebelum puncak tertinggi, tangga terputus dan berganti dengan tanah berbatu yang sangat licin. Saya mencoba mengatur nafas agar bisa naik melalui celah-celah bebatuan. Dan, setelah beberapa menit istirahat akhirnya saya bisa menyusul yang lain yang telah dulu sampai. 

Puncak Pulau Kelor

Terik siang tidak mematahkan semangat saya untuk naik ke atas pulau kelor. Kalau bukan saat ini kapan lagi saya bisa sampai ke puncak sana dan mengabadikan salah satu signature dari Komodo Trip ini. 

Entah berapa kemiringan puncak ini, namun saya dan teman-teman harus berjuang dulu melawan panas dan tanah yang kering serta sedikitnya batu dan rumput yang biasanya bisa dijadian pijakan. Namun, lagi-lagi seperti ada suara penyemangat dari teman-teman diatas sana yang sudah terlebih dahulu sampai. 

Puncak Kelor akhirnya bisa ditaklukan dengan waktu lumayan singkat karena memang tidak terlalu tinggi, hampir mirip dengan puncak pink beach. Setelah foto-foto dan bermain-main sebentar, akhirnya kami turun. Karena begitu licin dengan sepatu, satu per satu sepatu pun akhirnya saya lepas. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai dengan selamat walau sempat hampir jatuh. 

Budget Liburan Murah Labuan Bajo

Salah satu yang membuat saya nekad dalam kondisi keuangan tidak stabil pada saat itu adalah banyak sekali kemudahan dan bisa disiasati dengan menginap di hotel yang berbuget murah. Nah, salah satunya adalah dengan RedDoorz. Nah, saya akan memberikan tips agar liburan di Labuan Bajo lebih murah dan lebih terjangkau dengan beberapa cara yang tentu saja lebih mudah dan menarik tentunya. 

Tentukan Tanggal Dan Berapa Lama

Kenapa tanggal begitu penting? Tentu saja sangat penting karena banyak sekali, orang yang kurang memperhatikan tanggal sehingga pada saat memesan apapun akan terasa sangat mahal dan tidak masuk akal. Iya, kadang kita terjebak dalam high season, istilah dari banyak orang yang berlibur dan membuat harga apapun termasuk tiket pesawat dan hotel serta lainnya menjadi sangat mahal. Maka, sebaiknya kita menentukan tanggal dan berapa lama akan liburan sehingga tidak membengkak budget yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Booking Pesawat Jauh Hari

Salah satu cara agar menghemat budget liburan terutama ke Labuan Bajo, maka perlu membooking tiket pesawat jauh-jauh hari. Kenapa harus jauh-jauh hari? Karena banyak sekali promo yang dilakukan beberapa maskapai sehingga bisa menghemat ratusan ribu bahkan jutaan rupiah kalau booking tidak mepet waktu. Oh iya, biasanya ada rute penerbangan tidak langsung dan transit di Bali. Bisa dipertimbangkan untuk mengambil liburan lagi di Bali atau bisa mengambil rute lainnya yaitu lombok. Rute transit ini memang agak sedikit tricky, namun biasanya memang lebih murah. 

Cari Open Trip Murah

Mau ke Labuan Bajo artinya harus menyewa kapal ataupun mencari open trip dengan paket lengkap. Nah, kalau saya biasanya hanya sewa kapal saja, alasannya cukup sederhana, saya ingin mengambil rute-rute yang belum pernah misalnya bisa lanjut ke Lombok atau melanjutkan liburan di Bali. 

Cari Hotel Di Labuan Bajo Yang Murah 

Nah ini yang biasanya sering dilupakan dan suka booking mendadak sehari sebelumnya atau malah on the spot. Boleh aja sih on the spot, tapi yakin hotelnya bakalan bagus dan ngga bikin sakit hati kayak mantan eh. Maksudnya itu, jangan sampai karena buru-buru justru malah booking hotel dengan harga selangit dengan fasilitas seadanya malah bikin kecewa dan ngga nyaman, akhirnya malah membuat mood kita berantakan, jangan sampai ya kayak gini.

Saran saya, bookinglah maksimal seminggu sebelum perjalanan kalau sudah fix semuanya. Ini sangat ideal karena menghindari dari harga yang mahal dan juga bisa memilih banyak pilihan hotel disesuaikan denga itinerary yang akan kita buat. Oh iya, jika pun terpaksa mau booking on the spot, pastikan hotelnya bagus dan terpercaya. 

Lalu bagaimana caranya menentukan hotel itu bagus dan murah walaupun booking mendadak bahkan hari itu juga? Yes, karena saya suka browsing dan mencari tahu mana saja hotel yang murah maka pilihan itu jatuh kepada RedDoorz. Hotel di Labuan Bajo ini sangatlah tricky, karena memang belum banyak hotel yang murah dengan fasilitas bagus, nah Red Doorz ini memiliki standar yang bikin kita percaya dan nyaman. Nah, nanti akan saya jelaskan lebih lanjut setelah membahasa masalah budget. 

Budget Liburan

Berapa sih budget yang dibutuhkan untuk ke Labuan Bajo? Mahal ngga? Jawabannya sangat tergantung dari gaya traveling kamu semuanya. Nah, kalau saya lebih suka menghemat semua hal termasuk biaya tiket pesawat, transportasi lokal, penginapan dan lainnya. 

Bagi yang penasaran dengan total budget yang diperlukan selama liburan ini, saya akan sederhanakan dalam tabel dibawah ini ya.

Deskripsi BudgetKeterangan
Tiket PesawatRp 2.000.000Tiket pesawat PP
HotelRp 250.000Harga RedDoorz
Sewa Kapal TripRp 2.000.000Sudah termasuk makan
Biaya makanRp 250.000Diluar dari sewa kapal
Biaya lain-lainRp 500.000
Total budgetRp 5.000.000Budget 5 Hari 4 Malam

Mengapa Harus Menginap Di RedDoorz?

Kenapa harus menginap di RedDoorz? Karena banyak hal yang membuat saya menjatuhkan pilihan ditempat ini. Apalagi dengan budget yang minim namun menginginkan banyak sekali fasilitas yang didapatkan. Ada beberapa hal mengapa harus menginap di RedDoorz yaitu :

Tempat Startegis

RedDoorz Labuan Bajo Bandara Komodo

Bayangkan kalau kita sedang menginginkan sebuah hotel yang deka bandara atau dekat dengan pelabuhan pada saat di Labuan Bajo. Nah, pasti kita akan mendapatkan pilihan hotel yang lumayan mahal, namun tidak dengan RedDoorz karena harganya sangat bersahabat dan tempatnya sangat startegis.

Hotel Bersih Dan Nyaman

Walaupun harga bersahabat dan terbilang sangat murah, namun tidak dengan kualitas kenyamanan dan kebersihan. Percaya deh sama kualitas RedDoorz, karena selalu memberikan kamar yang bersih dan nyaman bagi tamu yang menginap. Apalagi kalau didaerah seperti Labuan Bajo ini pasti banyak sekali hotel ngga jelas yang kurang bersih dan nyaman padahal harganya sangat mahal. 

Fasilitas Lengkap 

Mau Wifi ternyata hotel yang telah dibayar tidak menyediakan ditambah tidak ada fasilitas shower air panas padahal cuaca pada waktu itu cukup dingin dan harus check out pada saat pagi hari. Inilah kira-kira yang bisa terjadi pada saat menginap di hotel abal-abal, sangat berbeda dengan RedDoorz, pengalaman menginap di RedDoorz, saya selalu mendapatkan banyak fasilitas terutama WIFI, Shower air panas, Air mineral, TV Satelit dan perlengkapan mandi lengkap serta fasilitas lainnya. 

Sesuai Budget

Yang pasti, mengapa saya memilih RedDoorz karena sesuai dengan budget yang selama ini diperhitungkan. Jadi, saya memilih penginapan yang murah dengan fasilitas lengkap serta tempatnya yang sangat strategis. Apalagi saat ini, pasti budget yang dikeluarkan sangat terbatas karena pandemi saat ini. Nah, saya selalu memperhitungkan setiap budgetnya terutama pengeluaran untuk hotel dan lainnya. 

Nah, selamat berlibur ya setelah pandemi. Ingat untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan selama perjalanan serta jangan lupa menggunakan masker ya. See yaaaa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *