Menjelajah Kota Tua Manila, Intramuros

Sumber : http://www.ph-commute.com
Seperti halnya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Semarang dengan Kota Lama, Manila pun memiliki Kota Tua yang disebut dengan Intramuros. Intramuros bisa diartikan dengan kota yang berada dalam tembok-tembok. Ada pun masyarakat menyebutnya sebagai kota yang dikelilingi benteng kokoh. 
Pembangunan pertama kali dilakukan pada tahun 1571 oleh Miguel Lopez de Legazpi dibawah pengaruh Raja Philip II, Raja yang berkuasa di Spanyol. Untuk mempertahankan kekuasaannya, diperlukan sebuah kota yang kokoh dan dikelilingi benteng. Pada masa tersebut, Intramuros merupakan pusat pemerintahan Spanyol di Filipina, pusat pertahanan dan pusat keagamaan. Sebutan Intramuros pada saat itu adalah “Walled City”. Sedangkan, pada masa perang Dunia ke II, Filipina diduduki oleh Amerika Serikat dan menjadikan Intramuros sebagai benteng pertahanan dari serangan Jepang.
Setelah mengalami beberapa kerusakan pada masa-masa sebelumnya, Presiden Imelda Marcos memperbaiki secara keseluruhan beberapa kerusakan tersebut pada sekitar tahun 1980. 
Kota Intramuros memiliki luas sekitar 64 hektare, dengan tebal tembok-tembok yang mengelilinginya setebal 2,4 meter, dan tembok benteng setinggi sekitar 6,7 meter. Sungguh kokoh dan kuatnya Intramuros ini, mengingatkan akan kota tua Jakarta di masa lalu, namun kini hanya tinggal beberapa bangunan saja yang masih tersisa di kota tua. 

Casa Manila, San Agustin Church, dan Mania Cathedral 


Casa Manila

Casa Manila merupakan bangunan milik para bangsawan pada masa Spanyol berkuasa di Filipina. Memiliki corak arsitek eropa yang sangat kuat, terbukti dengan tipikal bangunan yang berdiri kokoh dengan dua lantai, dengan ornamen ukiran khas eropa. Disamping itu terdapat beberapa pahatan patung disamping kanan dan kiri. Patung tersebut mengambarkan beberapa tokoh penting pada masa tersebut. 
Tipikal rumah para bangsawan memiliki banyak ruang untuk berbagai keperluan seperti ruang keluarga, ruang kerja, ruang diskusi, dapur, ruang istirahat, dan berbagai macam ruang lain yang menunjang rumah tersebut. 
Disamping memiliki beberapa lantai, ternyata Casa Manila ini memiliki ruang bawah tanah yang digunakan untuk bersembunyi dari musuh, maupun untuk menyimpang beberapa barang berharga. 

San Agustin Church

San Agustin Church ini merupakan gereja pertama yang dibangun di Intramuros. Dibangun sekitar tahun 1571, dan mengalami beberapa pemugaran, dan terakhir pada tahun 1980, ketika presiden Imelda Marcos merenovasi Intramuros secara besar-besaran.
San Agustin Chruch sebenarnya memiliki dua buah menara yang mirip satu sama lain, yaitu disisi kanan dan kiri berdiri simetris, namun salah satu menara tersebut roboh ketika terjadi gempa hebat yang melanda Filipina beberapa abad lalu.
Ketika masuk dalam geraja, nampak ornamen-ornamen khas eropa, dan beberapa tempat peribadatan serta beberapa lukisan yang mengambarkan pendeta-pendeta serta orang yang sangat penting di gereja dari masa Spanyol.

Manila Cathedral 

Manila Cathedral merupakan salah satu tempat peribadatan yang digunakan umat kristiani. Letak Manila Cathedral bersebelahan dengan Palacio del Gobernador. Gereja ini dibangun pada tahun yang sama dengan San Agustin Church dan pernah mengalami beberapa gempa hebat sehingga direnovasi. Pada saat saya berkunjung kesana, gereja tersebut masih dalam tahap renovasi.

Toko Souvenir & Kuda “Andong”

Dalam kota Intramuros, terdapat beberapa toko asesoris dan souvenir yang bisa dijadikan pilihan untuk berbelanja, salah satu toko souvenir ini bernama Silahis. Silahis menyebut tokonya dengan sebutan Emporium of Philipine Art, Craft and Culture. Banyak sekali variasi diantaranya benda-benda antik, artefak, benda-benda kuno, benda etnik, dan banyak sekali ragam benda lainnya. Toko Silahis ini dapat ditemukan setelah pintu gerbang melawati Universitas Manila dan berdekatan dengan Ilustrado.

Salah Satu Toko Souvenir di Intramuros
Selain Silahis, Toko souvenir lainnya terdapat di tengah kota Intramuros, dan berseberangan dengan San Agustin Church. Toko The Paper Tole Shop ini menjual berbagai macam souvenir berupa buku, kartu pos, poster, dan barang lainnya yang sayang dilewatkan apabila berniat membeli beberapa souvenir di kota Intramuros.

Sebenarnya terdapat beberapa toko souvenir di dalam area Intramuros ini, salah satu yang paling banyak dikunjungi adalah toko souvenir yang berdekatan dengan Frot Santiago. Disamping harga yang lebih murah, berbagai ragam souvenir juga terdapat di toko tersebut. Sangat direkomendasikan apabila ingin membeli oleh-oleh di Intramuros.

Mungkin saya ataupun wisatawan dari Indonesia akan terkaget-kaget melihat beberapa Andong yang lalu lalang di Intramuros?
Awalnya saya kaget, karena melihat beberapa kereta kuda yang lalu lalang. Namun, kemudian setelah melihat kedekatan kultur antara Indonesia dan Filipina, maka saya pun akhirnya paham bahwa Andong pun ternyata dapat dijadikan sebagai moda transportasi dan sekaligus menarik wisatawan untuk mencoba transportasi yang ramah lingkungan ini. 
Lazimnya di Indonesia, terutama beberapa derah di Jawa, Andong bebas berlalu lalang di jalan raya, namun di Filipina, hanya dibeberapa tempat wisata saja yang dapat di lalui oleh Andong ini. 

Transportasi 


Dari Manila

Dari Quipo, naiklah Jeepney arah Pier. Kemudian, bisa langsung turun di Intramuros bangunan Palacio del Gobernador. Anda bisa naik jeepney arah Lawton/SM City Mall, turun di Manila City Hall, dan kemudian menyebranglah lewat underpass menuju arah Intramuros.

Dari Makati

Dari Makati anda harus naik MRT menuju Taft Station, kemudian berjalan menuju jembatan penyebrangan yang terhubung dengan LRT 1 Station tujuan Central Station, naik LRT sampai ke Natividad Almeda Lopez 2. Setelah itu anda berjalan menuju ke Manila City Hall, kemudian menyebrang ke underpass menuju Intramuros.


Untuk keterangan lengkap dalam bahasa inggris silahkan kunjungi web site ini.

Baca Juga :

25 thoughts on “Menjelajah Kota Tua Manila, Intramuros”

  1. Aaaaak, tempat ini masih jadi wish list ku. Pengen banget segera ke sini. Iya, bener banget, bangunan tuanya terawat banget. Salut sama pemerintah dan masyarakat sana yang tau bener bahwa bangunan tua dan bersejarah itu aset berharga. Di sini, duh, dirubuhin, diganti ruko dengan cat ngejreng gonjreng :'(

  2. beberapa kali ke manila tapi aku kok malah jatuh cinta ama mall2 nya di bandingkan kota tua nya ini … panas dan bikin malesin liat bangunan tua maklum daku orang nya cepet move on dari masa lalu hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *