Pesona Wat Arun di Bangkok

 

 

Wat Arun di Sungai Chao Phraya 

Wat Arun, sebelum menikmati kuil indah ini di Bangkok, jalur yang dapat dilalui wisatawan adalah menyusuri sungai Chao Phraya. Sungai ini membelah Bangkok menjadi dua bagian yang hampir sama. Panjang sungai Chao Phraya ini sekitar 372 kilometer, dan mengalir sepanjang bagian Thailand. Jadi, sungai ini merupakan sungai utama di Thailand.
 
Dari sungai inilah, pariwisata Thailand mendapatkan angin segar, karena salah satu jenis transportasi yang dijadikan sebagai andalan pariwisata di Thailand adalah perahu-perahu wisata. Sungai ini nampak terawat, tak banyak sampah yang tertangkap oleh mata, sedangkan perahu dengan bebas berlalu-lalang dan mengantarkan wisatawan. Bisa di bilang, sungai inilah yang memutar roda pariwisata Thailand. Sungguh luar biasa.
 

Kuil Fajar

 

Wat Arun disebut juga sebagai kuil fajar atau candi fajar. Candi ini merupakan Candi budha yang terletak di distrik Bangkok Yai, kota Bangkok, di tepi barat sungai Chao Phraya. Dikutip dari wikipedia, Nama panjang kuil adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamavihara.

Wat Arun dibangun pada masa kerajaan Ayutthaya, yang dikenal dengan sebuat Wat Makok. Setelah Raja Rama II & Raja Rama IV berkuasa, Wat Makok kemudian diganti nama menjadi Wat Arun seperti sekarang. 

 

Dari sungai Chao Phraya, Wat Arun terlihat megah dan terlihat indah. Apabila senja maupun matahari terbit, keindahan kuil ini tak tertandingi. Banyak momen yang bisa diabadikan pada dua waktu tersebut. Menikmati sebuah bangunan dengan tinggi sekitar 70 meter ini, bisa memberikan rasa senang, karena memang Wat Arun terkenal dengan sebutan “Temple of Dawn“, kuil atau candi yang indah saat terbenam matahari.

Ornamen dari porselen dan keramik dari Tiongkok nan Indah

Detail ornamen Wat Arun mengingatkan pada sebuah guci yang terbuat dari porselen dan keramik dari Tiongkok. Dinding candi ini berwarna-warni layaknya keramik dari Tiongkok. Berkeliling kuil haruslah ektra hati-hati karena tangganya memiliki sudut yang sangat sempit dan memiliki tangga yang sempit dan cukup menukik. Namun, apabila telah sampai pada puncaknya, pemandangan yang sangat indah akan terlihat dengan jelas. Sebuah lukisan alami yang bisa dilihat dengan mata telanjang sebuah pemandangan aktivitas sungai Chao Phraya dan kota Bangkok.

Pemandangan dari puncak Wat Arun
 

Disekitar kuil, terdapat tempat penyewaan baju tradisional Thailand, dan dapat digunakan untuk berfoto-foto ria. Dalam kompleks kuil, terdapat beberapa kuil disekitar, bangunan tersebut sebetulnya merupakan tempat pemujaan terhadap Budha. Sedangkan, waktu ideal untuk berkunjung adalah sekitar sore menjelang tutup, disamping tidak panas, wisatawan juga dapat mengabadikan Wat Arun saat senja tiba.

Saat turun dari perahu yang digunakan menyebrang dari Dermaga N8 (Membayar 3 Bath), banyak penjual yang menjajakan barang dagangannya. Pada saat disana, saya sempat ditawari beberapa produk souvenir, namun saya tidak tertarik. Namun, alangkah bijaknya, apabila wisatawan dapat menawar, karena kemungkinan harganya telah dinaikan sebelumnya.

Saat memotret patung Budha, saya sempat bertemu orang Bandung disana. Saat itu, mereka telah berkeliling Bangkok, dan hari ini merupakan hari terakhirnya. Mereka menjelaskan bahwa bangkok ini menarik dan wisatanya sangat terjaga rapi. Kapan Indonesia dapat meniru pariwisata Thailand? Jawabnya mari kita renungkan bersama. 

Harga Tiket Masuk & Jam Buka (Operasional)

 

Tiket masuk ke kuil ini termasuk murah sekitar 50 Bath, atau dalam rupiah sekitar 15 ribu. Sedangkan jam buka atau operasional  jam 8.00 – 17.30 waktu Bangkok atau sama dengan WIB.

 

Transportasi 

 

 
Mengunjungi Wat Arun, ada 2 moda tranportasi yang harus digunakan, yaitu BTS (Sky Train) dan Perahu. Sebelumnya, anda harus naik BTS sampai ke Saphan Taksin Station (Map diatas), yang bisa dilalui dengan transit terlebih dahulu di Siam Station. Kemudian, dari Saphan Taksin berjalanlah ke dermaga Than Thien yang berjarak kurang lebih 5 menit. Setelah itu naik ke boat berwarna orange/biru dengan tarif antara 15-40 Bath. Kemudian, setelah melalui sungai Chao Phraya berhentilah di N8 Wat Arun. 
 
Untuk info map BTS silahkan kunjungi BTS Map 

Tempat wisata yang berdekatan dengan Wat Arun, adalah Wat Pho Kaew dan Grand Palace.

48 thoughts on “Pesona Wat Arun di Bangkok”

  1. @BosFajar, cukup tapi rasanya kurang santai aja Mas, sangat mengejar waktu banget, apalagi perjalanan antar negara sudah memakan waktu hampir dua hari,

    kalau saya sih prefer dua negara, atau salah satu negara ada yang cuman satu hari saja, demikan saran saya Mas

  2. gw memilih menikmati wat arun dari restoran sebelah penyebrangan. Ada kedai yg jual tomyam pathai endes gurindessss dengan pemandangan passsss wat arun di depan nya 🙂

  3. sayang sekalipas maret kemaren kesana wat arun lagi di renofasi.. jd gag boleh naik2… ahirnya cari alternatif lain yaitu cari masjid di sekitar watarun… nemu ton son moscue yang ternyata salah satu masjin tertua di thai lho….

  4. Saya nggak sempat ke Wat Arum, karena bulan Oktober itu ada perayaan kerajaan, jadilah wisatawan nggak bisa masuk. Juga waktu tahun 2012 saya belum jadi Blogger, nggak kepikiran foto-foto. aneh juga, baru sadar setlah jadi blogger. semua perjalanan punya cerita untuk ditulis

  5. waktu ke sini setahun lalu wat arun lagi renovasi sampai sekarang sih, cantik wat arun ini ngeliatnya pas lagi sunset dari sungai Chao Praya kak, jadi waktu itu pas mau sunset naik perahu dari khaosand road ke saphan taxin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *