Penerbangan Di bandara soekarno hatta

Sebelum Perjalanan, Rapid Test Dulu Yuk

Apa sih yang harus dilakukan sebelum melakukan perjalanan baik menggunakan kereta api, pesawat atau moda transportasi lainnya? Ya, saat pandemi masih berlangsung, maka melakukan pemeriksaan covid-19 melalui metode Rapid Test merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi calon penumpang. Kebetulan, ini pertama kali saya melakukan  perjalanan keluar dari Jakarta setelah 7 bulan di dalam kota Jakarta saja. Jadi, ada perasaan deg-degan saat dikabari akan berangkat menuju Banyuwangi. Bayangkan saja, selama ini saya masih parno dengan pandemi ini, saya selalu memproteksi diri dengan menggunakan masker saat keluar dari rumah. 

Nah, menurut pengalman beberapa teman saya yang sudah melakukan Rapid Test, jika kondisi tubuh ini sedang menurun misalnya begadang sebelum melakukan  test, maka hasilnya akan reaktif, dan jika kondisi tubuh sedang fit, maka kemungkinan akan non-reaktif. Selengkapnya, saya akan share beberapa hal yang saya lakukan sebelum melakukan Test. 

Baca juga : Sebelum Jalan-Jalan Ke Korea, Ikutan Seoul Virtual Tour Dulu Yuk

Apa Sih Rapid Test Itu?

Menurut website alodokter.com, Rapid test yang banyak beredar saat ini adalah metode untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Tips Sebelum Melakukan Rapid Test

Minum Jus

Sebelum melakukan test, ada baiknya melakukan beberapa hal sebagai persiapan. Memang, test ini hanya ditentukan dari imunitas tubuh atau antibodi pada saat dilakukan tes, namun tidak ada salahnya melakukan beberapa tips yang sudah saya lakukan dan ternyata berhasil membuat hasil test non-reaktif. 

Inilah Tips Sebelum Melakukan Rapid Test :

Makan dan Minum Sehat (Bergizi)

Pada masa pandemi seperti ini, perlu makan dan minum sehat dan bergizi seimbang agar tidak mudah terkena virus tersebut. Hindari makanan berlebihan karbohidrat dan lemak, serta beralih ke makanan seperti sayuran dan buah-buahan. 

Sebelum melakukan test, saya berusaha menghindari karbohidrat tinggi seperti nasi dan menggantinya dengan bihun atau kentang. Selanjutnya, saya mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu, tomat, jeruk dan lainnya. 

Jangan Begadang 

Kadang kala karena kerjaan di rumah pada saat WFH ini malah menumpuk dan membuat harus lembur, maka begadang adalah solusinya. Esok harinya, pada saat mau rapid test, tubuh akan terasa lemas dan kurang tidur serta pusing. Pada saat itu, tidak disarankan untuk melakukan test, karena mungkin saja antibodi tubuh sedang aktif dan mencoba menghalau virus atau kuman yang masuk ke tubuh karena tubuh tidak fit. 

Perbanyak Minum Air Putih

Selain makan dan minum yang bergizi, jangan lupakan minum air putih. Beberapa orang menyarankan untuk minum banyak air putih karena banyak sekali manfaat air putih diantaranya adalah menurunkan suhu tubuh misalnya kalau sedang demam. Kemudian, pada saat dehidrasi, maka tubuh akan kehilangan keseimbangan dan hasilnya menyebabkan banyak hal seperti pusing, mual, masuk angin dan lainnya. 

Olahraga Ringan 

Nah, tips selanjutnya adalah olahraga ringan dirumah seperti jalan santai, zumba, senam atau lainnya. Tujuannya sih agar badan tetap bugar sehingga metabolisme dan peredaran darah menjadi lancar, sehingga sangat membantu kelancaran pada saat test nanti.

Jangan Overthinking 

Biasanya karena perasaan deg-degan dan rasa takut hasilnya nanti membuat kita overthinking, padahal kalau sudah menjalan kan beberapa tips sebelumnya, maka otomatis hasil testnya akan bagus saja. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen untuk melakukan kedispilinan menjaga pola makan dan istirahat.  

Baca juga : Budget Liburan Murah Ke Jepang 

Tempat Rapid Test Murah Di Jakarta

Sebetulnya banyak sekali tempat untuk melakukan rapid test di wilayah Jakarta, namun ada beberapa yang masih mematok harga yang relatif mahal. Namun, saya menemukan beberapa tempat yang relatif lebih murah atau bahkan paling murah diantara lainnya. Nah, inilah beberapa tempat berdasarkan tempat seperti stasiun dan maskapai serta klinik di Jakarta. 

Stasiun 

Di Jakarta, dua stasiun utama yaitu Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen terdapat tempat melakukan rapid test. Harga testnya sendiiri sekitar Rp 85.000 untuk sekali test di stasiun. 

Bandara

Selain stasiun, Bandara juga menyediakan layanan rapid test untuk penerbangan baik domestik maupun luar negeri. Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma, keduanya telah memiliki fasilitas tersebut dengan harga sekitar Rp 85.000. 

Maskapai/Pesawat

Selain Bandara, maskapai tertentu juga memiliki rapid test tersendiri baik di bandara atau di kantor pusat seperti Lion Air Group (Batik) dan Garuda Group (Citilink). Harga test untuk Citilink adalah sekitar Rp 150.000 per satu kali test. 

Klinik 

Nah, klinik inilah yang saya datangi beberapa waktu lalu. Saya langsung daftar ke Klinik Pintar IDI – JAAC di Melawai, Jakarta. Harga testnya sekitar Rp 150.000. 

Selain itu, beberapa rumah sakit juga menyediakan test yang sama, namun saya belum mengetahui lebih lanjut, harga yang tercantum pada beberapa rumah sakit. Saya akan update apabila menemukan rumah sakit dengan harga test yang relatif murah dan terjangkau. 

Pengalaman Rapid Test Pertama Kali

Klinik Pintar IDI JAAC Melawai Rapid Test Murah

Jujur saya deg-degan banget pada saat mengetahui bahwa akan melakukan perjalanan ke Banyuwangi. Ini kali pertama saya keluar dari Jakarta, setelah 7 bulan hanya berani di dalam kota Jakarta saja. Kebayang dong bagaimana rasanya mau melakukan rapid test untuk pertama kalinya. 

Sebelum melakukan test, lakukan pendaftaran di Klinik JAAC di Melawai, melalui link ini https://klinikpintar.id/rapidtest atau bisa langsung melalui Traveloka Xperince dan pilihlah Klinik Pintar IDI. Kemudian akan mendapatkan kode booking setelah proses pembayaran. Setelah itu, jangan lupa jadwal kunjungan ke kliniknya, kalau perlu dibuatkan reminder. 

Pada hari yang penuh dengan kecemasan dan kegundahan, saya menuju ke Klinik, kebetulan berada di Hotel Grandhika (Dekat Pasaraya, Terminal Blok M). Saya agak sedikit terlambat beberapa menit. Klinik ini terletak di lantai Mezzanine, Lantai M. Letaknya dari lift ambil ke kiri, dengan jelas terdapat tulisan JAAC. Klinik ini bekerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk keperluan Rapid Test. 

Tak lama menunggu, kemudian dipersilahkan mengisi data melalui formulir online (google form) dan mengambil nomor antrian. Setelah form selesai diisi, tak lama kemudian sekitar 5 menit akan dipanggil ke dalam untuk melakukan test. Test yang dilakukan adalah pengambilan darah di ujung jari menggunakan alat tusuk seperti jarum. Setelah darah keluar, akan diambil beberapa tetes darah dan dimasukan kedalam test pack. Test ini sama ketika melakukan test kolestelor atau gula darah.  Setelah itu, akan diberikan alkohol untuk meredakan sakit pada ujung jari. 

 

Setelah menunggu beberapa saat, sambil deg-degan dan rasa tidak karuan. Akhirnya hasilnya keluar juga, dan Alhamdulillah hasilnya non-reaktif. Hasil ini merupakan kabar gembira sekaligus tantangan tersendiri untuk terus menjaga diri dari virus ini. Saya berharap agar vaksin virus ini segera bisa kirim ke Indonesia dan didistrbusikan kepada orang-orang tepat seperti saya seorang traveler dan tour leader ke berbagai negara di luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan. Amiiin. 

Baca juga : 7 Drama Korea Terbaru Yang Wajib Ditonton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *