Tips dan Cara Membuat E-Passport (Paspor Elektronik)


Beruntunglah bagi pemilik paspor yang hampir habis masa berlakunya? Loh, kenapa beruntung? Iya dong beruntung, karena bisa sekalian diganti dengan e-pasport yang memiliki kegunaan hampir sama dengan paspor biasanya.

Hmmm, E-pasport itu makanan apa lagi ya? Duh, E-passport itu paspor dengan bentuk lebih modern dan canggih karena memiliki chip sebagai penyimpan data pribadi dan perjalanan yang telah dilakukan. Jadi, tidak ada bedanya dengan paspor berwarna hijau namun sebagai informasi, desain dari e-passport lebih berwarna dan bagus serta detail di tiap lembarnya, terlebih lagi warna dasar e-pasport ini adalah BIRU. Catat ya BIRU. Mata saya langsung terpukau mendengar kata biru. Warna biru membuat saya jatuh cinta pada E-passport.

Bagi penyuka Jepang seperti saya, E-passport juga memiliki peranan sangat penting karena dengan E-pasport maka kesempatan mengunjungi Jepang tanpa visa pun dapat terlaksana atau biasa disebut Visa Waiver. Persyaratannya hanya mendaftarkan e-passport ke kedutaan Jepang di Jalan MH. Thamrin, Jakarta. Lokasi keduataan Jepang bersebelahan dengan The Plaza.

Persyaratan Dokumen E-Pasport


Bagian ini sangatlah penting, jadi perhatikan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singatnya agar dapat lolos dibagian tahap awal. Persyaratan dokumen yang harus dipenuhi antara lain :
  1. Kartu Tanda Penduduk
  2. Akte Kelahiran
  3. Kartu Keluarga
  4. Ijazah
  5. Surat Rekomendasi (Domisili Luar Jabodetabek)
  6. Pernyataan Paspor Baru (Bagi Pemohon Perpanjangan Paspor diharapkan membawa Paspor Lama)

Semua dokumen “ASLI” persyaratan ini harus dipenuhi dan difotokopi dalam lembar “A4” termasuk KTP. Satu dokumen ASLI tertinggal ataupun tidak ada, maka pemohon harus pulang kembali ke rumah untuk mengambil dokumen tersebut. Jadi diharapkan cek terlebih dahulu sebelum berangkat. Apabila tidak difotokopi dalam lembar A4, maka pemohon diharapkan segera mengantinya dengan fotokopi di lembar A4, pemohon dapat melakukan fotokopi di koperasi Imigrasi. Dokumen ASLI akan di kembalikan pada saat akhir wawancara, yang diambil oleh petugas hanya dokumen fotokopi saja. 

Informasi Penting Tentang E-Passport
  • Pengajuan E-passport hanya dapat dilakukan dengan permohonan walk-in saja, untuk sementara tidak dapat dilakukan secara online
  • E-passport dapat dilayani di DKI Jakarta, Batam dan Surabaya. Bagian DKI Jakarta yang melayani E-Passport adalah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tanjung Priok dan Soekarno Hatta
  • Biaya yang dikenakan pada pengurusan E-passport ini sekitar Rp 655.000 dan dibayarkan pada Bank BNI
  • Pembuatan E-passport tidak dapat diwakilkan oleh siapapun, kecuali pada saat pengambilan dapat diwakilkan dengan surat kuasa bermaterai.

Tahapan pengajuan E-Passport

“Gue nginep di sevel demi e-passport,” ujarku dalam percakapan di whatsapp grup bersama teman-teman blogger. Mungkin kelihatannya terlalu lebay atau tak masuk akal, namun begitulah kenyataan yang harus saya hadapi. Kondisi kos saya yang menerapkan jam malam yaitu sekitar jam 1 malam pintu kos akan ditutup dan dibuka kembali pada pagi hari sekitar jam 6, mau tak mau mengharuskan saya untuk bertahan di sevel.

Alasan bermalam di sevel ini bukannya tanpa sebab, antrian di kantor Imigrasi Jakarta Selatan dimulai dari sekitar pukul 4 dini hari inilah jawaban sebenarnya. 

Datang Awal, Nomor Antrian Pun Awal


Tak banyak yang tahu bahwa datang lebih awal pun menentukan nomor urut antrian. Kebetulan saya mengurus permohonan e-passport di Imigrasi Jakarta Selatan yang terletak di Mampang. Setelah meninggalkan sevel dengan ngantuknya, saya memesan ojek online yang berhasil mengantarkan saya hanya dalam waktu yang tak terlalu lama sekitar 15-20 menit dari karet. Beberapa orang telah berkumpul disana, padahal waktu menunjukan pukul 4.15 WIB pada saat itu. Saya langsung disodori sebuah kertas dan pulpen.

“Mas, isi nama di nomor urut 14 ya,” Seorang bapak berusia sekitar 60 tahunan mempersilakan saya untuk mengisi nama dan nomor urut sementara sebelum masuk dan mendapatkan nomor antri pada pukul 5 subuh.


Benar saja, jam 5 teng, kami yang telah menuliskan nama pada secarik kertas masuk, kemudian mengantri di kursi yang telah disediakan. Tak berapa lama, Pak Satpam memanggil satu per satu nama sesuai dengan nomor yang tertulis di secarik kertas.

Setelah mendapatkan nomor antrian, saya harus menunggu sampai pukul 7 pagi untuk melakukan walk in pengurusan e-passport yang berada di lantai dua kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Walk In dan One Stop Service (OSS)


Setelah mendapatkan nomor antrian dan dipersilahkan untuk naik ke atas, beberapa petugas akan memeriksa dokumen ASLI dan dicocokan antara KK dengan KTP. Sehingga, sangat diharapakn untuk memperhatikan dengan detail setiap dokumen.

Petugas selanjutnya akan memberikan berkas permohonan E-passport dengan stopmap berwarna kuning bertuliskan “Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan”. Dalam berkas tersebut terdapat formulir permohonan. Isilah dengan seksama, apabila tidak paham dengan isian bisa ditanyakan kepada petugas. Nantinya, salah satu petugas akan memandu langsung bagaimana mengisi formulir secara keseluruhan, jadi yang belum mengisi formulir jangan khawatir dengan hal ini.



One Stop Service (OSS) telah di terapkan oleh Kantor Imigrasi di Jakarta khususnya di Jakarta Selatan. One Stop Service menerapkan satu rangkaian proses pembuatan paspor dengan lebih mudah yaitu mengabungkan wawancara (interview) dan foto dalam satu waktu. Jadi setelah masuk dalam pemanggilan sesuai nomor antrian kemudian proses selanjutnya hanya wawancara dan foto dalam satu loket saja. Sangat mudah sekali ya. 

Pembayaran E-passport


Hal yang dilakukan setelah melakukan wawancara dan foto adalah pembayaran melalui Bank BNI. Petugas loket akan memberikan form pembayaran setelah proses permohon e-passport selasai. Pilihan pembayaran yang diberikan adalah melalui debit BNI, pembayaran cash melalui teller di Bank BNI dan Transfer. Karena saya tidak memiliki rekening di BNI, maka saya diberikan pilihan untuk membayar cash di teller Bank BNI. Batas waktu yang diberikan untuk melakukan pembayaran adalah paling lambat 7 hari.

Pengambilan E-passport

Pengambilan E-passport dilakukan pada pukul 10.00 sampai dengan 14.00 WIB, lebih siang daripada permohon e-passport. Pengambilan dilakukan 5 hari kerja setelah dilakukan pembayaran, misalnya pembayaran di lakukan pada hari Jumat, maka pada hari Jumat minggu berikutnya E-passport sudah dapat diambil. Setalah melakukan antrian sesuai dengan nomor, maka pemohon akan mendapatkan E-passport tersebut. Yeaay, selamat kamu telah mendapat E-passport.


111 thoughts on “Tips dan Cara Membuat E-Passport (Paspor Elektronik)”

  1. Kalau passport lama masih berlaku boleh bikin e-pasport juga ga ya? Hihihi. Untuk buat e-pasportnya apa bisa di mana saja? *sambil menanti 2 tahun lagi 😀

  2. Maaf mau Tanya, saya bukan pelajar juga bukan bekerja d prusahaan, apakah nanti ada kendala utk pembutan e paspor nya? maksudnya untuk persyaratan d nomor 5, surat rekomendasi luar daerah

  3. Surat Rekomendasi (Domisili Luar Jabodetabek)???
    Pernyataan Paspor Baru (Bagi Pemohon Perpanjangan Paspor diharapkan membawa Paspor Lama)???

    maksudnya gimana ya bro?

  4. Karena blog anda, hari ini saya sudah memiliki E-paspor. Terimakasih banyak. Keterangan anda sangat membantu saya dalam pembuatannya. Untuk melengkapi saja. Hari Selasa dan Jumat, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan buka pada jam 6 pagi. Bagi yang berumur 60 keatas mendapat fasilitas Prioritas, dan didahulukan. Sekarang pembayaran dapat dilakukan di 30 bank dan kita tidak usah mengembalikan bukti pembayaran karena nomor nya harus dimasukkan ke menu pembayaran yang notabene sudah online. Kita tinggal menunggu dirumah, dan E-paspor diantar kerumah dalam 5 hari saja (bagi E-paspor). Saya bangga sekali buat kantor Imigrasi kita yang selalu memperbaiki serfis bagi warganya…. !!!

  5. Kantor Imigrasi terdekat, misalnya Jakarta Selatan yang menurut pengalaman saya serfis nya cepat dan tidak mempersulit karena mereka bahkan mengajarkan cara mendasar seperti menulis formulir permohonan step by step.

  6. Bila paspor lama dibawa plus fotokopi, menjadi lebih mudah, karena ketika fotokopi nya di scan, informasi anda sudah ada dan yang dilakukan hanya update informasi saja (apakah pindah rumah, atau status berubah single/kawin dst)

  7. Mau tanya dong, saya punya paspor biasa (masih berlaku sampai 2019) tapi saya mau ganti jadi e-passport nah itu prosedur pembuatannya sama kah (dari awal lagi kah) atau beda lagi ? Thanks

  8. Hallo gan, mau nanya nih saya kan tinggal dan kerja dijakarta, apa saya perlu bawa surat rekomendasi dari kantor buat bikin e-passpor?
    Maaf newbie hehehehe
    thanks gan

  9. Kalau KTP Bandung tapi mau bikin e passport di Jakarta bisa ga yah?
    Mau kirim dokumen"nya dulu semua, begitu di info untuk foto baru dtg ke Jakarta?
    Makasih 🙂

  10. Bisa. Kirim-kirim bagaimana? itu dokumen asli kalau hilang bagaimana?
    Sudah dijelaskan lengkap, WALK IN alias datang langsung pagi-pagi, dilayani full sampai foto. BERES. Gampang sekali.

  11. Saya mau tanya
    1. Kalau buat Paspor harus pakai ktp biasa atau ektp??
    2. Apa bisa domisili di Bogor membuat di Jakarta??
    3. Di point no.5 saya bisa dapatkan surat keterangannya dimana ya??

    Mohon Informasinya,karena paspor saya sudah mau habis masa berlakunya…
    Terima Kasih

  12. Saya mau tanya
    1. Kalau buat Paspor harus pakai ktp biasa atau ektp??
    2. Apa bisa domisili di Bogor membuat di Jakarta??
    3. Di point no.5 saya bisa dapatkan surat keterangannya dimana ya??

    Mohon Informasinya,karena paspor saya sudah mau habis masa berlakunya…
    Terima Kasih

  13. 1. Kalo e.passport kudu pake e.ktp
    Kalo passport biasa, bisa e.ktp ato ktp biasa.

    2. Bisa
    Apalagi klo e.passport, emg kanim nya banyakan di jakarta, kan bogor blm ada

    3. Kantor lurah ato camat setempat

    Notes: sy baru aja rencana mo bikin paspor biasa, sy tggal d bogor, rncana mo bikin di kanim bogor.
    Tp stelah baca2 artikel ini, jd pengen biki e.passport, mgkn bikinnya di kanim Soeta.

  14. sebaiknya ganti paspor biasa ke e-paspor sebelum masa berlakunya habis atau sah-sah saja membuat e-paspor jauh setelah masa berlaku habis? apakah ada sanksi administratif jika terlambat memperpanjang paspor

  15. Terima kasih untuk penjelasan nya bnar2 sangat membantu. Kira2 masih ada yg kurang saya mengerti itu di perlukan ngga ya bawa passport org tua atau ktp org tua ? Soalnya ad bbrp blogger di cantumkan bawa, jdi agak kurang yakin, mohon bantuan nya

  16. Saya mau tanya
    1. Kalau buat Paspor harus pakai ktp biasa atau ektp??
    2. Apa bisa domisili di Bogor membuat di Jakarta??
    3. Di point no.5 saya bisa dapatkan surat keterangannya dimana ya??

    Mohon Informasinya,karena paspor saya sudah mau habis masa berlakunya…
    Terima Kasih

  17. Kalau untuk domisili sementara didaerah Glodok tapi saya akan membuat E Passport nya di Jakarta Pusat boleh atau tidak ya, atau surat domisili nya harus di Jakarta Pusat, terima kasih.

  18. Kalau untuk domisili sementara didaerah Glodok tapi saya akan membuat E Passport nya di Jakarta Pusat boleh atau tidak ya, atau surat domisili nya harus di Jakarta Pusat, terima kasih.

  19. Mnrt saya sih bs aja koq, karena kan KTP jakarta, jd bs buat dmana saja selama msh di DKI. Saya aja KTP jakpus, buatnya di Imigrasi Jakbar Kota

  20. bang kalo saya ktp nya tangerang bisa buat di kantor imigrasi Jaksel?
    dan ada ktp hilang sedang menunggu jadi apakah surat ket sdng ngurus KTP bisa dipakai? atau ditambah pake sim ?
    tks

  21. tumpang tanya saya tki di malaysia mcm mana mahu mohon e passport kerana majikan saya ingin bawa aku ke japan bulan nov ini.setakat ini negara asean saya sudah dibawa setiap kali mereka sekeluarga bercuti.Har itu ke new zealand tak dibawa sbb process sudah sangat.Tadi dia minta saya tukar kepada e passport.t.kasih

  22. tumpang tanya saya tki di malaysia mcm mana mahu mohon e passport kerana majikan saya ingin bawa aku ke japan bulan nov ini.setakat ini negara asean saya sudah dibawa setiap kali mereka sekeluarga bercuti.Har itu ke new zealand tak dibawa sbb process sudah sangat.Tadi dia minta saya tukar kepada e passport.t.kasih

  23. tumpang tanya saya tki di malaysia mcm mana mahu mohon e passport kerana majikan saya ingin bawa saya ke japan bulan nov ini.setakat ini negara asean saya sudah dibawa setiap kali mereka sekeluarga bercuti.Har itu ke new zealand tak dibawa sbb process sudah sangat.Tadi dia minta saya tukar kepada e passport.t.kasih

  24. klo urus passpor dan anak usia 9th, apakah no antrian nya cukup 1 saja. Karena klo pagi2 buta ke ktr imigrasi bawa si kecil tidak memungkinkan. Means… Anak datang menyusul saja pas mau wawancara & photo. Please advise. Thanks b4

  25. Salam, mas, izin tanya, itu surat rekomendasinya dr siapa ya? Kalo misal sya ke jakarta atau ke tempat imigrasi lain yg melayani pembuatan e-passport memang dgn maksud utk buat e-passport, gimana itu ya?

    Trims.

  26. Ijazah boleh ijazah apa saja asalkan ada keterangan tanggal lahir kita (kayaknya ya–CMIIIW) dan nama orang tua (Bapak dan/atau Ibu, tapi lebih baik nama ibu–kalau bisa). Saya mengurus paspor Januari 2017 lalu, sudah antri panjang (jam 9 pagi sampai kantor Imigrasi Surabaya, jam 3 sore baru dilayani), tapi saya kira ijazah kuliah bisa dipakai, ternyata nggak bisa, karena di sana tidak ada keterangan nama orang tua. Ini saya mengurus lagi, nggak tahu bisa atau enggak mengurus e-passport di Surabaya. Semoga bisa juga. Good luck for us all! 🙂

  27. hallo.. thanks buat tulisan nya..
    klo bikin e-passport/passport biasa dengan melampirkan surat keterangan dr kelurahan bisa ga ya ?

    Karena saya lagi nunggu e-KTP yang belum jadi-jadi , sebelumnya saya udah punya e-KTP tapi salah di tanggal lahir, dan sekarang saya lagi proses pembetulan nya jadi saya masih pegang e-KTP lama. kira-kira bisa ga ya buat persyaratan pembuatan passport ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *