Tips Diet Sehat

Tips Diet Sehat Dengan Pangan Lokal

Apa sih tips diet biar sukses turun berat badan dalam waktu singkat? Bisa ngga ya diet tanpa olahraga? Diet itu mahal ngga sih? Banyak banget pertanyaan yang diajukan ketika seseorang ingin kurus dan turun berat badan dan menginginkannya dalam waktu yang sangat singkat. Dan, itupun yang saya alami ketika memutuskan untuk memulai diet, dan seringnya berujung pada kegagalan diet malah menambah berat badan bahkan lebih ekstrim lagi karena penambahan yang cukup signifikan. Bukan hanya sekali atau dua kali mencoba metode diet mulai dari food combaining, OCD sampai diet buah. Hasilnya semua nihil. 

Kalau ngomongin diet, saya harus flashback ke tahun 2014. Pada saat itu saya pernah berhasil menurunkan lebih dari 10 kilogram dalam waktu 3 bulan. Satu hal yang memotivasi saya pada saat itu adalah saya ingin memiliki foto bagus di Korea Selatan. Motivasi ini memicu saya untuk serius dan melakukan berbagai macam cara salah satunya dengan food combaining

Bagi yang belum tahu secara mendalam tentang food combaining, saya akan jelaskan secara general ya. Food combaining bisa disebut dengan sains menggabungkan makanan. Simplenya makanan akan dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu karbohidrat , buah dan sayuran dan protein. Sebetulnya banyak sekali hal yang harus dilakukan dalam food combaining, namun karena pada saat itu saya belum terlalu mendalam mempelajari diet dengan food combaining, jadi saya hanya melakukan tidak menyatukan antara protein dan karbohidrat. Secara simplenya misalnya makan nasi ya hanya lauknya sayuran, atau ketika memakan protein seperti daging dan ikan maka hanya boleh dengan sayuran saja. 

Gyongbokung Palace - Wisata Korea

Baca juga : 7 Drama Korea Terbaru Yang Wajib Ditonton

Saat itu tips diet inilah yang saya terapkan hanya pada saat makan malam saja, saya tetap makan siang seperti biasa. Namun saya tetap olahraga kardio seperti lari dan jalan cepat serta renang seminggu 2-3 kali. Hasilnya cukup signifikan dan berhasil menurunkan berat badan sampai 10 kilogram. 

Dan, sekarang pun saya melakukan diet yang santai namun tetap dengan makanan yang sehat dan tentunya produksi lokal. Dengan metode ini, saya berhasil menurunkan 8-10 kilogram dalam waktu 4 bulan. Saya cukup puas dengan diet ini karena saya tidak melakukan hal-hal ekstrim karena saya tetap makan nasi dan nyemil ini itu tanpa olahraga yang sangat berat bahkan saya hanya melakukan pekerjaan rumah yang ringan seperti nyuci, nyapu, ngepel dan belanja ke pasar setiap hari. Pengen tahu rahasia saya bisa menurunkan berat badan? Nah, saya akan bagikan tipsnya untuk kalian semuanya ya. 

Tips Diet Sehat 

Sebelum melakukan diet, ada baiknya melakukan pemahaman yang menyeluruh dan mendalam atas metode yang dilakukan, karena pada dasarnya seluruh diet bisa dilakukan asalkan tidak membahayakan bagi tubuh kita sendiri seperti diet ekstrim yang sering dilakukan. Selain itu, diet itu berhubungan dengan gaya hidup, jadi kalau gaya hidup kita masih menjunjung tinggi makanan dan minuman yang tidak sehat dan mengandung banyak kalori, maka tubuh ideal pun akan sulit dicapai. 

Nah, inilah tips diet sehat dengan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai tubuh ideal. 

Mengetahui Kebutuhan Kalori Harian 

Kenapa harus mengetahui kebutuhan kalori harian? Iya, memang untuk menurunkan berat badan dibutuhkan asupan kalori lebih sedikit dari kebutuhan kalori harian. Kondisi ini sering disebut dengan defisit kalori. Secara sederhana misalnya tubuh kita membutuhkan 2.000 kalori setiap hari, nah untuk menurunkan berat badan, maka kita harus memenuhi asupan kalori dibawah 2.000 kalori, misalnya 1.700 kalori. Dengan demikian, maka tubuh kita setiap harinya akan defisit sebanyak 300 kalori. Jika kita kalikan dengan 30 hari, maka hasilnya kita telah defisit sebanyak 9.000 kalori atau berat badan telah turun sekitar 1,2 kilogram. Ini belum apa-apa loh, hanya dari mengurangi asupan kalori saja, coba kalau kita setiap hari aktif dan olahraga ringan, maka otomatis bisa membakar kalori lebih banyak. 

Untuk menghitung kebutuhan kalori harian bisa menggunakan Rumus Harris-Benedict: 

  • Rumus untuk menghitung kebutuhan energi pria yaitu= 66,5 + 13,8 x (berat badan dalam kilogram) + 5 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 6,8 x usia.
  • Sementara untuk wanita= 655,1 + 9,6 x (berat badan dalam kilogram) + 1,9 x (tinggi badan dalam cm) dibagi dengan 4,7 x usia.
  • Hasil dari penghitungan ini kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. Jika aktivitas fisik Anda rendah, maka dikalikan dengan 1,2. Untuk aktivitas fisik sedang dikalikan dengan 1,3. Sementara aktivitas fisik berat dikalikan dengan 1,4.

Atau untuk sederhananya bisa mengakses website hello sehat disini. 

Aktif Bergerak Dan Olahraga

Bukan hanya olahraga saja yang membuat tubuh lebih kurus, namun aktifitas harian yang membuat tubuh semakin bagus metabolismenya dan kalori pun bisa terbakar. Lalu apa saja aktivitas yang bisa dilakukan selain olahraga yang cukup membakar kalori? 

Ini adalah beberapa aktivitas harian yang dapat membakar kalori.

Mencuci

Tak disangka, mencuci pakaian ternyata dapat membakar kalori sekitar 148 kalori per jam. 

Menyapu 

Selain mencuci, menyapu lantai rumah pun dapat membakar kalori sekitar 161 kalori per jam. 

Mengepel Lantai

Ternyata mengepel lantai itu jika dikerjakan selama satu jam bisa membakar sekitar 314 kalori. 

Mencuci Mobil

Selain mengepel lantai, mencuci mobil pun dapat membakar kalori yang sama dengan mengepel lantai yaitu sekitar 314 kalori per jam.

Menggosok Kamar Mandi

Selain itu ternyata menggosok kamar mandi pun bisa membuat tubuh semakin langsing karena dapat membakar kalori sekitar 256 kalori dalam satu jam. 

Selain aktif bergerak, setidaknya bisa melakukan olahraga yang ringan seperti jalan kaki santai, atau zumba atau olahraga lain seperti renang setidaknya seminggu 2-3 kali. 

Ubah Gaya Hidup 

Kenapa saya selalu menekan kan gaya hidup yang harus diubah, karena inilah mindset yang harus ditanamkan sebelum melakukan diet? Karena dengan merubah gaya hidup, maka diet yang kita lakukan tidak akan sia-sia dan cenderung berhasil dalam waktu yang cukup lama. Dalam gaya hidup terdapat beberapa hal signifikan yang harus dirubah terlebih dahulu misalnya tidur cukup waktu, disiplin untuk minum air putih llebih banyak, mengganti cemilan yang tidak sehat dengan buah atau sayuran, aktif bergerak dan berolahraga serta tidak sering jajan boba atau minuman zaman now. 

Jadi ngga bisa minum boba atau nyobain makanan enak yang lagi diskon donk? Siapa bilang ngga boleh? Boleh aja kok makan atau minum yang lagi hits, namun memang harus dibatasi jumlahnya dan tidak setiap hari mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut. Misalnya setiap hari minggu boleh minum dan makan, namun tetap dengan porsi yang wajar dan tidak berlebihan untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi desfisit kalori. 

Perlu tekad dan niat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena mengubah pola hidup yang sudah dibangun dalam waktu bertahun-tahun. Namun, untuk menampilkan tubuh ideal dan enak dipandang mata pun dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. 

Bukan Hanya Menggurangi Nasi

Jika yang hanya dipikiran kita diet adalah menggurangi nasi, maka sebetulnya bukan itu saja yang harus dilakukan selama diet. Menggurangi nasi itu hanya bagian kecil dalam proses diet, sebetulnya ada sesuatu yang lebih penting yang bisa membakar kalori lebih maksimal. Mau tahu apa itu? Iya protein. 

Protein itu bisa membakar kalori lebih banyak dan menaikan metabolisme tubuh. Selain olahraga dan aktif bergerak, ternyata kita membutuhkan asupan protein yang cukup banyak untuk membentuk masa otot sehingga kalori yang dikonsumsi bisa dibakar lebih efektif. Daripada karbohidrat dan lemak, protein mampu membakar 30 persen lebih banyak dari pada karbohidrat dan lemak. 

Kebutuhan protein harian yang harus dipenuhi adalah sekitar 125-225 gram setiap hari atau sekitar 25-45 persen dari total kebutuhan kalori harian. Selama ini kan kita mengonsumsi banyak sekali karbohidrat sekitar 50-75 persen, nah mulai saat ini bisa mengubahnya dengan mengkonsumsi protein harian lebih banyak. 

Beberapa makanan yang mengandung banyak protein ayam, telur, ikan, daging, tempe, tahu dan lainnya. Sedangkan buah dan sayuran yang memiliki banyak kandungan protein adalah jambu, kurma, alpukat, aprikot, kiwi, pisang, apel, jagung, brokoli, kacang polong, jamur, kentang dan edamame. 

Diet = Mahal ?

Jika ada yang mengatakan kalau diet itu pasti mahal karena membutuhkan banyak makanan. Bisa dikatakan kalau diet itu tidak mahal sama sekali, asalkan disiasati dengan pengaturan dan mengganti sumber protein yang mahal seperti daging dengan tempe, tahu, telur dan ikan. 

Oh iya ngobrolin mengenai makanan, maka tidak lepas dari pangan lokal yang bersumber dari petani lokal yang memproduksi berbagai produk yang sangat berkualitas. Selain itu, pangan lokal juga sangat bagus untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan sehingga membantu diet kita lebih berhasil lagi. 

Baca juga : Budget Liburan Murah Ke Jepang 2020

Diet Sehat Dengan Pangan Lokal

Beberapa bulan ini, saya mencoba menerapkan gaya hidup sehat, walaupun masih banyak sekali hal yang harus diperbaiki. Namun, satu hal yang saya garis bawahi adalah saya berusaha untuk belanja di pasar dengan membeli produk lokal. Misalnya saya membeli sayur mayur dari pedagang di pasar, kemudian membeli buah serta ikan dan daging. Intinya saya lebih sering ke pasar beberapa bulan belakangan ini. Selain murah, pasar juga sangat bervariasi sekali sehingga bisa membuat masakan sendiri dan jauh lebih hemat ketimbang membeli di restoran. Selain itu, memasak makanan sendiri di kala pandemi itu sebuah hobi untuk mengisi waktu sehingga tidak bosan selama kerja dari rumah.

Oh iya kenapa sih harus pangan lokal? Sebetulnya, pangan lokal itu bisa kita dapatkan loh disekitar kita, bahkan kita bisa menanam sendiri tanaman seperti cabai, bawang, sawi, kangkung dan tanaman lain yang tidak memerlukan tanah yang luas, bahkan sekarang ini marak metode hidroponik yang hanya membutuhkan medium air untuk menanam tanaman kita. 

Selain itu, pangan lokal terkenal dengan kualitas dan rasanya yang tidak kalah dengan negara lain, serta memiliki ragam gizi yang baik dan bisa berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh kita dikala pandemi seperti ini. Sebagai contohnya adalah jahe dan sereh yang mampu meningkatkan imunitas tubuh. 

Oh iya, jika kamu ingin bergaya hidup sehat namun sangat terbatas dalam masalah waktu, karena sebentar lagi juga sudah ‘New Normal’, maka saya punya rekomendasi makanan atau pangan lokal sehat dari Parara Cafe.

Pangan Lokal dari Parara Cafe 

Saya menyebutnya Cafe, namun memang lebih dikenal sebagai PARARA Indonesian Ethical Store ini berada di Jalan Kemang Timur No. 52 A. Dengan mengusung konsep pangan lokal dari petani lokal. PARARA sendiri merupakan singkatan Panen Raya Nusantara yang terdiri dari banyak pihak dalam konsorsium terutama yang bergerak dalam pangan lokal. 

Menu Sehat Untuk Diet

Dan inilah beberapa menu yang dapat dipesan melalui nomor 0818-0490-0080

Snack :
Cookies Mangrove
Saguku cookies
Brownies Sorgum

Menus :
Mie Goreng Sagu
Soto Banjar
Sagoo Carbonara
Nasi Bakar Hitam
Nasi Goreng Kecombrang bakso Dory
Sosis solo Rebung
Kolak Pisang Ubi Jelai
Burjowut
Kolak Biji Salak
Bubur Sumsum
Arem-arem Beras Organik
Nasi Rames

Pangan Lokal Favorite 

Nah, saya sempat mencoba beberapa menu di Parara ini dan saya memiliki beberapa pilihan favorite. Favorite saya adalah Burjowut, Brownies Sorgum dan Sagoo Carbonara. Burjowut ini adalah singkatan dari Bubur Kacang Ijo Jewawut. Jewawut merupakan pangan lokal sejenis sereal berbiji kecil yang dapat ditemukan di Sulawesi. Tanaman ini memiliki kandungan nutrisi lebih baik dari padi (beras) baik protein dan kalsium. Bahkan, ia memiliki antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, untuk mencegah pembentukan sel kanker. Sayangnya, tanaman ini mulai langka. 

Sedangkan Brownies Sorgum ini terbuat dari Sorgum. Di Nusa Tenggara Timur, sorgum adalah tanaman yang sudah dikenal dan bahan pangan yang dikonsumsi sejak zaman nenek moyang masyarakat NTT. Sorgum termasuk bahan pangan bermutu tinggi. Dan terakhir Sagoo Carbonara ini mirip dengan makanan khas luar namun terbuat dari sagu lokal. Kenapa sagu? Sagu memiliki Indek Glikemik rendah, yang berarti perubahan karbohidrat (pati) menjadi gula lambat. Pemilihan pangan dengan nilai IG rendah bermanfaat untuk menjaga kestabilan gula darah. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif, misalnya diabetes mellitus (DM).

Pangan lokal dari Parara ini sudah pasti sehat dan tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan serta tanpa pewarna buatan. Jadi buat yang mau diet, menu dari Parara ini sangat cocok banget ya. 

Oh iya, selain itu PARARA mengadakan  Video Challenge ‘Cook from home’, berbagi resep masakan dengan bahan pangan lokal dan Foto Challenge ‘Pangan lokal’ dengan Hadiah-hadiah menarik untuk video dan foto menarik. Informasi selengkapnya bisa follow follow @NTFPEPIndonesia @Parara.id @Panenrayanusantara. 

Untuk pemesanan Makanan dari Parara bisa melalui nomor 0818-0490-0080. 

One thought on “Tips Diet Sehat Dengan Pangan Lokal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *